Jakarta,- BIN808.COM || Perum BULOG bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membuka peluang ekspor beras premium Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan daya saing beras Indonesia di pasar internasional.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi antara BULOG, Kemenhaj, dan Kementerian Pertanian (Kementan) yang digelar di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa BULOG siap mendukung kebijakan pemerintah dengan memastikan ketersediaan beras berkualitas tinggi bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, sekaligus menyiapkan peluang ekspor beras premium secara berkelanjutan.
“BULOG pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam penyediaan beras berkualitas untuk konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Dari sisi stok dan sistem logistik, BULOG memiliki pengalaman serta infrastruktur yang memadai untuk memastikan pasokan berjalan tepat jumlah, tepat mutu, dan tepat waktu,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya BULOG dalam mengelola stok nasional secara profesional sekaligus mendorong produk pangan Indonesia masuk ke pasar global dengan standar mutu internasional.
Dari sisi kebijakan, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mewujudkan kemandirian pangan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Pemenuhan konsumsi jamaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji semakin kuat,” kata Jaenal Effendi.
Dalam rapat tersebut diproyeksikan kebutuhan beras untuk musim haji 1447 H/2026 M mencapai hampir 4.000 ton, untuk melayani lebih dari 205.000 jamaah dan petugas haji Indonesia. BULOG akan melakukan penghitungan kebutuhan secara komprehensif dan menyiapkan pasokan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen, sesuai standar mutu konsumsi haji yang ditetapkan.
Sementara itu, Kementerian Pertanian menyatakan dukungan penuh dari sisi kebijakan dan regulasi guna memperlancar proses ekspor beras nasional ke Arab Saudi. Dukungan tersebut meliputi fasilitasi perizinan, pemenuhan persyaratan teknis, serta upaya menjaga daya saing harga beras produksi dalam negeri di pasar internasional.
Sinergi antarinstansi ini diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan pangan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia, tetapi juga membuka peluang baru bagi petani dan pelaku usaha nasional untuk memperluas akses pasar ekspor beras Indonesia secara berkelanjutan.(Red)

