ASPEKSINDO Lantik Pengurus 2025–2030, Siap Dorong Ekonomi Biru & Hilirisasi Kelautan

Posted by : bincom1 April 14, 2026

Tangerang, -BIN808.COM || Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) resmi melantik Dewan Pengurus periode 2025–2030. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-III ASPEKSINDO 2025 yang digelar di Jakarta.14 April 2026

Didirikan pada 10 Agustus 2017, ASPEKSINDO hadir sebagai wadah strategis bagi pemerintah daerah kepulauan dan pesisir dalam mempercepat pembangunan wilayah maritim, termasuk pulau-pulau kecil yang selama ini kerap tertinggal.

Ketua Umum ASPEKSINDO, Dr. Hj. Erlina, S.H., M.H., menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi nasional.

“Wilayah kepulauan dan pesisir tidak boleh lagi diposisikan sebagai daerah pinggiran. Justru inilah pusat masa depan Indonesia,” tegasnya.

Menurut Erlina, sebagai negara maritim terbesar, Indonesia memiliki potensi kelautan yang luar biasa. Namun, potensi tersebut dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga :  Satgas Yonif 521/DY Jalin Keakraban Melalui Pembinaan Teritorial

“Masalah kita bukan pada sumber daya, tetapi pada nilai tambah. Di sinilah ASPEKSINDO hadir sebagai penggerak perubahan,” ujarnya.

Dalam kepengurusan baru, ASPEKSINDO menetapkan dua agenda strategis utama:

1. Akselerasi Hilirisasi Kelautan

ASPEKSINDO mendorong daerah untuk tidak lagi bergantung pada produksi bahan mentah. Industri pengolahan berbasis kelautan harus diperkuat, mulai dari pengalengan ikan, bioteknologi, hingga pengembangan produk bernilai tinggi seperti bioplastik dan bahan farmasi.

“Ikan tidak cukup hanya ditangkap, rumput laut tidak cukup hanya dipanen. Kita harus naik kelas,” tegas Erlina.

2. Implementasi Ekonomi Biru Berkelanjutan

ASPEKSINDO berkomitmen mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur, penguatan kawasan konservasi, serta perlindungan ekosistem pesisir seperti mangrove dan terumbu karang.

Selain itu, organisasi ini juga mendorong pengembangan blue carbon dan perdagangan karbon sebagai sumber ekonomi baru bagi daerah.

Baca Juga :  Perkuat Silahturahnmi, Satgas Yonif 521/DY Laksanakan Komsos dan Bagikan Bibit Pertanian Untuk Warga Pedalaman Papua

Erlina juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi wilayah pesisir dan kepulauan, mulai dari perubahan iklim, degradasi lingkungan, keterbatasan infrastruktur, hingga ketimpangan konektivitas antarwilayah.

Namun demikian, ia optimistis tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang dengan sinergi kebijakan nasional dan daerah.

ASPEKSINDO menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi biru, advokat masyarakat pesisir dan nelayan, serta jembatan antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah.

Menutup sambutannya, Erlina menyerukan pentingnya aksi nyata dari seluruh pengurus.

“Tidak ada lagi ruang untuk sekadar wacana. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata, terobosan konkret, dan keberanian untuk berubah,” pungkasnya.(Erick H / Red) 

RELATED POSTS
FOLLOW US

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *