Jakarta ,– BIN808.COM || Taman Safari Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkenalkan kekayaan biodiversitas Nusantara ke panggung dunia melalui ajang International Animal Photo and Video Competition 2026. Memasuki tahun ke-35 penyelenggaraan, kompetisi fotografi dan video satwa liar ini kini berkembang menjadi gerakan konservasi internasional berbasis karya visual.24/5/2026
Mengusung tema “From Lens to Legacy”, IAPVC 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi fotografi, tetapi juga medium edukasi dan kampanye global untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya perlindungan satwa liar dan kelestarian lingkungan.
Board of Advisory Taman Safari Indonesia, Agus Santoso, mengatakan bahwa karya visual memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat dunia.
“Tema From Lens to Legacy menjadi pesan bahwa setiap foto dan video bukan hanya dokumentasi, tetapi warisan kesadaran untuk masa depan. Kami ingin karya visual mampu menjadi suara konservasi yang menginspirasi generasi mendatang,” ujar Agus Santoso saat peluncuran IAPVC 2026 di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Selama lebih dari tiga dekade, IAPVC telah menghasilkan ribuan karya foto dan video satwa liar dari berbagai daerah dan negara. Melalui karya tersebut, kekayaan fauna Indonesia semakin dikenal luas sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan biodiversitas terbesar di dunia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Taman Safari Indonesia juga menggandeng Wild Captain International untuk memperluas kolaborasi internasional dalam pertukaran ide, kreativitas, dan semangat konservasi lintas negara.
Selain menghadirkan sembilan kategori lomba fotografi dan video satwa liar, panitia juga meresmikan Komunitas Photographer IAPVC sebagai wadah bagi pecinta fotografi alam dan satwa untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat kampanye konservasi melalui karya visual.
Cakupan IAPVC 2026 kini diperluas hingga kawasan Asia Tenggara dan Australia, menjadikannya salah satu ajang visual satwa liar berskala internasional yang terus berkembang di kawasan Asia Pasifik.
Dalam kesempatan yang sama, Taman Safari Indonesia turut mengumumkan bahwa bayi panda bernama Satrio Wiratama yang lahir di Taman Safari Indonesia Cisarua akan diperkenalkan secara resmi kepada publik pada 30 Mei 2026 di Istana Panda. Kehadiran bayi panda tersebut diharapkan semakin memperkuat edukasi konservasi satwa langka kepada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia. (Red)

