Pasca Bentrokan di SBB, Pangdam Pattimura Jamin Keamanan dan Dorong Pemulihan Warga

Posted by : bincom1 September 13, 2026

Seram, Maluku, – BIN808.COM || 12 September 2026 — Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa situasi pascabentrokan antarkelompok warga di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, harus segera diarahkan pada upaya pemulihan dan penyelesaian bersama.

Dody menekankan, persoalan yang telah terjadi tidak seharusnya kembali diperpanjang melalui perdebatan yang berpotensi membuka ruang konflik baru. Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan langkah konkret untuk mengembalikan keamanan dan kehidupan warga agar kembali normal.

Bentrokan antarkelompok warga tersebut diduga berkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam peristiwa itu, sebanyak 27 rumah dilaporkan terbakar, sementara empat orang terkena tembakan senapan angin.

Menurut Pangdam, kondisi tersebut harus segera dimitigasi melalui langkah bersama yang cepat dan menyentuh kebutuhan masyarakat terdampak.

Salah satu langkah yang didorong adalah pelaksanaan gotong royong untuk mempercepat renovasi rumah warga yang mengalami kerusakan maupun terbakar. TNI bersama masyarakat akan terlibat dalam proses pemulihan secara bertahap.

“Yang sudah terjadi kita mitigasi. Sekarang kita mencari solusi yang terbaik. Kita gotong royong kembali dan dalam waktu secepatnya melaksanakan renovasi rumah yang sudah ada,” tegas Dody.

Pangdam menilai hubungan antarmasyarakat di wilayah tersebut pada dasarnya merupakan hubungan persaudaraan yang telah terjalin dalam waktu lama.

Baca Juga :  Kunker ke Zidam I/BB, Pangdam Tekankan Profesionalitas Prajurit Zeni

Kedekatan antarkampung maupun antarwarga, menurutnya, harus menjadi modal utama untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para pemuda dan seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif.

“Sebenarnya dari dulu kita memang bersaudara. Jangan sampai persoalan ini membuat hubungan persaudaraan menjadi rusak,” pesannya.

Dalam upaya menjaga kondisi tetap kondusif, Pangdam menegaskan bahwa TNI bersama unsur terkait akan terus berada di tengah masyarakat.

Pengamanan dilakukan sekaligus untuk memantau perkembangan situasi dan mencegah adanya pihak-pihak yang berupaya memprovokasi masyarakat.

“Kita berikan garansi untuk keamanan. Kita akan menjaga dan bersama masyarakat memantau, menjaga, dan mengamankan sehingga betul-betul tidak ada provokator yang masuk,” ujarnya.

Dody juga menaruh perhatian terhadap peran para raja, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan seluruh pemangku kepentingan dalam proses pemulihan situasi.

Ia meminta para raja dan tokoh masyarakat tidak memperbesar persoalan yang telah terjadi, melainkan menyampaikan pesan yang menyejukkan kepada masyarakat.

“Kepada para raja, mari sama-sama memberikan bahasa yang sejuk kepada masyarakat. Apa yang sudah terjadi tidak perlu lagi kita bahas untuk mencari siapa yang salah. Yang perlu kita bahas sekarang adalah bagaimana solusinya,” tegasnya.

Pangdam menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan pertentangan baru.

Baca Juga :  DARURAT! Warga Desa Cihideunghilir Jengah, Kepala Desa Siapkan Surat Pengaduan ke Kapolres Kuningan Terkait Dugaan Peredaran Obat Daftar G

Karena itu, penyelesaian diarahkan pada tiga hal utama, yakni pemulihan, keamanan dan penguatan kembali hubungan kekeluargaan.

Ia mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama, bermusyawarah dan bergotong royong sehingga masyarakat tidak terus terjebak dalam persoalan masa lalu.

“Mudah-mudahan ini menjadi pesan moral bagi kita semua. Intinya, solusi yang tercepat itu yang terbaik, dengan cara gotong royong, musyawarah dan kekeluargaan,” pungkas Pangdam.

Pesan Pangdam XV/Pattimura tersebut menjadi penegasan bahwa persaudaraan masyarakat harus ditempatkan di atas persoalan yang telah terjadi.

Luka akibat konflik, kata dia, tidak boleh terus dipelihara. Energi masyarakat harus diarahkan untuk membangun kembali rumah warga, menjaga keamanan serta memulihkan kepercayaan antarmasyarakat.

“Bukan siapa yang paling keras bersuara yang dibutuhkan, tetapi siapa yang mau turun tangan mencari jalan keluar,” pungkasnya.

RELATED POSTS
FOLLOW US

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *