Jakarta, —BIN808.COM || Upaya mendorong masyarakat desa menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi mendapat pengakuan dalam ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026.2/10/2026
Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil meraih sejumlah penghargaan melalui program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan anak perusahaan dan afiliasinya di Kalimantan.
Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) dalam acara yang berlangsung di Operational Room Gedung Utama Kementerian Desa dan PDT pada 28 September 2026.
Salah satu capaian menonjol datang dari Sutiarso, Direktur BUMDes Trans Makmur Jaya, Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ia meraih predikat Excellent, kategori tertinggi untuk perorangan dalam ajang tersebut.
Penghargaan itu diberikan atas kiprahnya sebagai local hero yang ikut menggerakkan kelembagaan BUMDes, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membangun kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi desa.
Dari BUMDes Kecil Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
Perjalanan BUMDes Trans Makmur Jaya menunjukkan bagaimana penguatan kelembagaan dapat meningkatkan kapasitas usaha ekonomi desa.
BUMDes yang sebelumnya bernama BUMDes Bukit Raya tersebut tercatat mengalami perkembangan aset dari semula berada di bawah Rp100 juta hingga kini mencapai ratusan juta rupiah.
Perkembangan tersebut juga mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Berdasarkan data program, kontribusi yang diberikan BUMDes berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp19 juta per tahun selama periode 2023–2025.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong oleh penambahan unit usaha, tetapi juga melalui pembenahan administrasi, pengelolaan keuangan, inventarisasi aset, penguatan organisasi, serta perluasan kemitraan.
Dalam proses tersebut, Sutiarso berperan mendorong BUMDes agar tidak sekadar menjadi lembaga formal desa, tetapi berkembang menjadi institusi ekonomi yang mampu menciptakan aktivitas usaha dan manfaat bagi masyarakat.
Sembilan Unit Usaha Dikembangkan
Saat ini BUMDes Trans Makmur Jaya telah memiliki sembilan unit usaha dengan bidang kegiatan yang cukup beragam.
Unit tersebut mencakup sarana produksi pertanian, penyaluran pupuk bersubsidi, penyewaan alat dan mesin pertanian, peternakan ayam petelur dan sapi, jasa transaksi perbankan, pangkalan LPG 3 kilogram, pengadaan barang dan jasa, hingga produksi pupuk kompos.
Keragaman usaha tersebut memperlihatkan upaya BUMDes membangun sumber pendapatan dari berbagai sektor yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Bagi desa, diversifikasi usaha menjadi salah satu bagian penting agar aktivitas ekonomi tidak bergantung pada satu jenis usaha saja.
Sutiarso menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak selama proses pengembangan BUMDes.
Ia secara khusus mengapresiasi peran PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) yang disebutnya memberikan pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi terhadap kegiatan serta pengembangan unit usaha BUMDes.
«“Terima kasih juga atas fasilitasi dalam penjemputan juara ini di Kementerian Desa dan Transmigrasi di Jakarta serta pendampingan yang luar biasa dari PHSS,” ujar Sutiarso.»
PHI Dorong Masyarakat Menjadi Pelaku Utama
Head of Comrel & CID Zona 9 Dharma Saputra mengatakan pencapaian program pemberdayaan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari kerja sama berbagai pihak.
Menurut dia, PHI membangun program CSR dengan melibatkan pemerintah desa, BUMDes, UMKM, lembaga swadaya masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
«“Kami berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program-program CSR yang inovatif dan mampu menciptakan nilai manfaat yang dapat dinikmati bersama (creating shared value), termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat, UMKM dan BUMDes dalam perencanaan maupun pelaksanaannya di wilayah operasi perusahaan,” kata Dharma.»
Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, tetapi sebagai pihak yang ikut menentukan arah pengembangan program.
Dua Program Perempuan Raih Silver
Selain penghargaan individu yang diterima Sutiarso, dua program pemberdayaan masyarakat dari lingkungan PHI juga memperoleh penghargaan Silver.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Program Kuas Jirak yang dikelola PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field dan Program ECO-STEP yang dijalankan PEP Sangatta Field.
Kedua program tersebut diarahkan pada penguatan kapasitas serta kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan wanita tani.
Dharma menjelaskan, sebelum program berjalan, sejumlah kelompok penerima manfaat belum memiliki pendapatan tetap maupun mata pencaharian yang berkelanjutan.
Melalui pendampingan dan pengembangan usaha, kelompok tersebut kemudian mulai memiliki sumber penghasilan yang lebih stabil.
Perkembangan itu menjadi salah satu indikator bahwa program pemberdayaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan perubahan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Pemberdayaan Tak Berhenti pada Bantuan
Model pemberdayaan yang dikembangkan PHI di wilayah operasi menitikberatkan pada penguatan kapasitas masyarakat.
Pendekatan tersebut mencakup pengembangan keterampilan, penguatan kelembagaan, pengembangan usaha, akses terhadap sarana produksi hingga perluasan kemitraan.
Dengan cara tersebut, manfaat program diharapkan dapat terus berjalan setelah tahapan pendampingan perusahaan berakhir.
Bagi BUMDes, keberhasilan tidak hanya diukur dari besarnya aset, tetapi juga dari kemampuan lembaga mengelola usaha secara tertib, menghasilkan pendapatan dan memberikan kontribusi bagi pembangunan desa.
Sementara bagi kelompok perempuan, keberhasilan dapat dilihat dari meningkatnya kapasitas usaha dan kemampuan menghasilkan pendapatan secara mandiri.
Dari Kalimantan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dharma menegaskan PHI akan terus mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasi agar memiliki posisi yang lebih kuat dalam aktivitas ekonomi lokal.
«“Kami percaya pengembangan ekonomi masyarakat desa menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembangunan Indonesia,” ujarnya.»
Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
PHI melalui entitas di Zona 9 menjalankan berbagai program pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana dengan mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Peran PHI di Zona 9 Kalimantan
Zona 9 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan di bawah PT Pertamina Hulu Indonesia.
Wilayah operasinya encakup kegiatan hulu migas di Sanga Sanga dan Sangatta, Kalimantan Timur, serta Tanjung, Kalimantan Selatan. Entitas yang beroperasi di wilayah tersebut merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bekerja sama dengan SKK Migas.
Di tengah aktivitas industri hulu migas, program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu instrumen untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Penghargaan CSR & PDB Award 2026 menjadi penanda bahwa program-program tersebut tidak semata dinilai dari aktivitasnya, tetapi juga dari perubahan kapasitas masyarakat dan manfaat ekonomi yang berhasil dibangun.
Pada akhirnya, kisah BUMDes Trans Makmur Jaya dan dua program pemberdayaan perempuan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa dapat tumbuh melalui penguatan kelembagaan lokal, kepemimpinan masyarakat, dan kolaborasi multipihak.
Bagi PHI, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk memastikan keberadaan operasi perusahaan turut menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja.

