Anak Usia Belasan Tahun Diduga Mudah Memperoleh Obat Keras Di Jabar. Divisi Hukum BIN808 Sorot Generasi Muda

Posted by : bincom1 September 20, 2026

Jawa Barat, – BIN808.COM || Video rekaman hasil investigasi lapangan wilayah Jawa Barat memperlihatkan situasi yang mengundang keprihatinan. 20/9/2026

Dalam rekaman tersebut terlihat seorang anak usia belasan tahun yang diduga masih berstatus sekolah dapat memperoleh obat yang disebut sebagai obat daftar G dengan relatif mudah.

Dalam pemberitaan ini, istilah “obat daftar G” digunakan berdasarkan informasi awal yang diperoleh dalam proses investigasi. Jenis dan klasifikasi obat tersebut belum dinyatakan secara final hanya berdasarkan rekaman video dan masih memerlukan verifikasi melalui identifikasi nama obat, kandungan atau zat aktif, serta pemeriksaan pihak berwenang.

Obat daftar G pada prinsipnya merujuk pada obat keras yang penggunaannya dan penyerahannya kepada masyarakat memiliki ketentuan khusus, sehingga tidak semestinya diperlakukan seperti obat yang dapat dibeli secara bebas tanpa pengawasan.

Melihat video hasil investigasi tersebut, Heru Setiawan, S.H., M.H., dari Divisi Hukum Sinar Baru Law Office, menyampaikan keprihatinannya.

“Saya merasa iba melihat anak usia belasan tahun seperti yang terlihat dalam video investigasi tersebut. Mereka adalah generasi yang masih panjang perjalanan hidupnya. Kalau akses terhadap obat yang diduga merupakan obat keras begitu mudah, ini harus menjadi perhatian kita bersama.”

Baca Juga :  Media BIN808.com Resmi Perkuat Posisi sebagai Portal Berita Digital Terpercaya di Indonesia

Heru menegaskan bahwa persoalan ini perlu dilihat secara menyeluruh, terutama terkait bagaimana obat tersebut dapat diperoleh.

«Yang perlu diperiksa adalah bagaimana obat tersebut bisa diperoleh, siapa yang menyerahkan, dan apakah”prosesnya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”

Pemimpin Redaksi BIN808.COM, Irwan Fauzi, turut menyampaikan keprihatinannya setelah melihat rekaman investigasi lapangan tersebut.

“Saya juga merasa iba melihat generasi muda kita. Mereka adalah anak-anak bangsa yang suatu saat nanti akan menggantikan kita dan meneruskan Indonesia.”

Menurut Irwan, bangsa Indonesia membutuhkan generasi muda sebagai penerus bangsa.

“Kita membutuhkan generasi muda untuk menjadi penerus kita di masa depan. Jangan sampai kita membiarkan mereka tumbuh dalam lingkungan yang membuka terlalu banyak akses terhadap hal-hal yang berpotensi membahayakan masa depan mereka.”

Ia juga mengingatkan tanggung jawab generasi saat ini kepada generasi berikutnya.

“Kita harus malu kepada leluhur kita apabila kita meninggalkan jejak keburukan kepada generasi muda di masa depan. Leluhur kita telah meninggalkan bangsa ini kepada kita. Tugas kita adalah menjaga, memperbaiki, dan menyerahkannya kepada generasi berikutnya dalam keadaan yang lebih baik.”

BIN808.COM: TEMUAN INI PERLU DIVERIFIKASI

Baca Juga :  Keberadaan PKL dan Garasi Kontainer di Marunda Ganggu Pengguna Jalan 

BIN808.COM menegaskan bahwa rekaman tersebut merupakan bahan awal investigasi dan pendalaman, bukan dasar untuk langsung menyimpulkan telah terjadi tindak pidana atau pelanggaran oleh pihak tertentu.

Hal-hal yang perlu diverifikasi antara lain:

– Identitas dan klasifikasi obat yang terlihat dalam video.

– Kandungan atau zat aktif obat tersebut.

– Sumber obat dan jalur perolehannya.

– Pihak yang melakukan penjualan atau penyerahan.

– Legalitas sarana yang melakukan penjualan.

– Apakah penyerahan obat telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bagaimana pengawasan terhadap peredaran obat hingga dapat Dengan mudahnya diperoleh

Divisi Hukum Sinar Baru Law Office mendorong pihak berwenang melakukan verifikasi apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

BIN808.COM akan terus melakukan pendalaman dengan mengedepankan data, bukti, konfirmasi, hak jawab, dan asas praduga tak bersalah.

Karena yang sedang kita bicarakan bukan sekadar obat.

Yang sedang kita bicarakan adalah masa depan generasi muda bangsa Indonesia.

RELATED POSTS
FOLLOW US

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *