Klarifikasi SPBU 34.441.09:  Transaksi Solar 80,88 Liter Tercatat Atas NOPOL D 9206 VD, Temuan Puluhan Galon Terisi Solar Subsi dan Plat Berbeda

Posted by : bincom1 August 29, 2026 Tags : Spbu 3444109

Garut, Jawa Barat,-

BIN808.COM || Menindaklanjuti hasil pemantauan BIN808.COM terkait dugaan pengangkutan Solar subsidi di SPBU 34.441.09, Jalan Jenderal Sudirman, Karangpawitan, Kabupaten Garut, pihak media telah melakukan konfirmasi kepada pihak SPBU melalui WA (28/8/2026).

Sekitar pukul 03.13 WIB, tim BIN808.COM melakukan pemantauan terhadap kendaraan dengan nomor polisi:

D 9206 VD

Kendaraan tersebut terpantau melakukan pengisian Solar subsidi dan selanjutnya menjadi objek peliputan karena diduga membawa puluhan galon air minum sebagai wadah.

Dalam kendaraan tersebut juga ditemukan 10 plat nomor kendaraan dengan nomor berbeda.

SPBU MEMBENARKAN ADANYA PENGISIAN

Pengawas SPBU, Gun-Gun Gusmana, membenarkan bahwa memang terjadi transaksi pengisian Solar subsidi terhadap kendaraan tersebut.

Volume pengisian yang tercatat adalah:

80,88 LITER

Menurut pihak SPBU, kendaraan tersebut merupakan kendaraan roda enam dengan kuota 200 liter per hari.

NOPOL YANG TERCATAT: D 9206 VD

Hal penting yang perlu diluruskan adalah mengenai nomor polisi kendaraan.

Berdasarkan hasil peliputan langsung di lapangan, kendaraan yang dipantau menggunakan nomor polisi:

D 9206 VD

Dan berdasarkan klarifikasi terbaru dari pihak SPBU, nomor polisi yang tercatat dalam transaksi pada sistem SPBU juga:

D 9206 VD

Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan nomor polisi antara kendaraan yang terpantau oleh BIN808.COM dengan nomor polisi yang tercatat dalam transaksi SPBU.

Pihak SPBU menyatakan bahwa nomor kendaraan yang tercatat tersebut telah diperiksa melalui sistem barcode dan sesuai dengan profil kendaraan yang muncul pada perangkat EDC.

Hal ini menjadi penting untuk dicatat secara berimbang

BARCODE RESMI DAN PROFIL DISEBUT SESUAI

Pihak pengawas menjelaskan bahwa transaksi dilakukan menggunakan barcode resmi.

Profil kendaraan yang muncul pada sistem disebut sesuai dengan data yang terdapat pada EDC SPBU.

Pihak SPBU juga menjelaskan bahwa mekanisme pemeriksaan dilakukan dengan:

melakukan scan barcode;

mencocokkan profil kendaraan;

memeriksa kuota;

serta melakukan verifikasi oleh operator.

Apabila profil berbeda atau kuota telah melebihi ketentuan, transaksi menurut pihak SPBU akan ditolak.

Dalam transaksi yang menjadi objek pemantauan BIN808.COM, pihak SPBU menyatakan transaksi tercatat normal.

LALU, 10 PLAT BERBEDA ITU UNTUK APA?

Di sinilah persoalan yang masih membutuhkan jawaban.

Jika nomor polisi yang terpantau di lapangan D 9206 VD dan nomor yang tercatat di sistem SPBU juga D 9206 VD, maka temuan mengenai 10 plat nomor kendaraan berbeda di dalam kendaraan tetap menjadi pertanyaan tersendiri.

Pihak pengawas SPBU menyatakan tidak mengetahui mengenai keberadaan 10 plat tersebut.

Karena itu, pertanyaan tersebut tidak seharusnya dibebankan kepada SPBU semata.

Yang perlu ditelusuri adalah:

Siapa pemilik 10 plat tersebut?

Mengapa 10 plat berada di dalam kendaraan D 9206 VD?

Baca Juga :  Pelaku Tawuran Semakin Brutal, Polisi di Duren Sawit Dibacok saat Melakukan  Pembubaran

Apakah plat tersebut benar-benar milik kendaraan lain?

Apakah pernah digunakan untuk transaksi BBM subsidi?

Apakah terdapat hubungan antara plat-plat tersebut dengan barcode?

Apakah ada transaksi Solar subsidi menggunakan nomor kendaraan berbeda pada waktu lain?

Jika memang tidak ada hubungan, maka pemeriksaan data kendaraan dan transaksi dapat memberikan kepastian.

SPBU: TIDAK MENGETAHUI ADA GALON

Mengenai puluhan galon yang ditemukan dalam kendaraan, pihak pengawas menjelaskan bahwa SPBU tidak mengetahui keberadaan galon tersebut.

Menurut pihak SPBU, kendaraan dalam kondisi tertutup terpal, sehingga muatan di dalamnya tidak terlihat.

Pihak SPBU juga menyatakan bahwa mereka tidak mempunyai kewenangan untuk memeriksa muatan kendaraan.

Namun pihak pengawas menegaskan bahwa apabila petugas mengetahui Solar tersebut akan digunakan untuk mengisi galon, maka transaksi tidak akan dilakukan.

Menurut pihak SPBU, penggunaan Solar subsidi untuk pengisian ke galon tersebut tidak diperbolehkan.

80,88 LITER TERCATAT NORMAL, TETAPI PERUNTUKANNYA TETAP PERLU DIPASTIKAN

Pihak SPBU menyatakan transaksi 80,88 liter tersebut tercatat normal dan kuota kendaraan roda enam masih tersedia.

Namun transaksi yang tercatat normal di sistem belum dengan sendirinya menjawab untuk apa BBM tersebut kemudian digunakan setelah keluar dari SPBU.

Karena itu, apabila aparat melakukan pemeriksaan, yang perlu dilihat bukan hanya transaksi pembelian, tetapi juga rangkaian setelah transaksi.

Apakah BBM tersebut digunakan sesuai peruntukan?

Apakah dibawa untuk kebutuhan usaha yang sah?

Ataukah terdapat kegiatan lain?

Jawabannya harus berdasarkan pemeriksaan dan bukti.

CCTV MENJADI PENTING

Pihak SPBU menjelaskan bahwa kendaraan dalam kondisi tertutup terpal sehingga galon tidak terlihat.

Karena itu, rekaman CCTV dapat menjadi bahan penting untuk menguji kronologi.

CCTV dapat memperlihatkan:

kendaraan yang datang;

nomor polisi D 9206 VD;

waktu transaksi;

proses pengisian;

petugas yang melayani;

kondisi kendaraan;

serta aktivitas kendaraan ketika berada di area SPBU.

Pihak pengawas menyatakan bersedia memberikan data sesuai prosedur dan setelah melakukan koordinasi dengan atasan/manajemen.

SPBU MENYATAKAN TIDAK ADA SISTEM OTOMATIS UNTUK MENDETEKSI PERGANTIAN PLAT

Pihak pengawas juga menjelaskan bahwa SPBU tidak memiliki sistem otomatis yang dapat mendeteksi apabila terjadi pergantian nomor kendaraan.

Pemeriksaan dilakukan oleh operator dengan mencocokkan barcode, profil kendaraan dan kuota.

Pihak SPBU menyatakan apabila terdapat dugaan pelangsiran, mereka berkoordinasi dengan checker dan dapat mengajukan pemblokiran barcode.

KINI POLISI PERLU MEMERIKSA TEMUAN 10 PLAT

Setelah kendaraan tersebut didatangi aparat dan dibawa ke lingkungan Polres Garut, BIN808.COM mendorong pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.

Khususnya terhadap:

10 plat nomor kendaraan berbeda yang ditemukan di dalam kendaraan D 9206 VD.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mencocokkan:

plat fisik → data kendaraan → pemilik kendaraan → barcode → riwayat transaksi → CCTV → volume pembelian.

Baca Juga :  Jual Sabu, Warga Cilincing Ditangkap Polsek Koja

Jika ternyata tidak ada hubungan, maka persoalan menjadi jelas.

Namun jika ditemukan adanya penggunaan nomor kendaraan berbeda untuk memperoleh BBM subsidi secara berulang, maka aparat dapat melakukan pendalaman berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

ASPEK HUKUM

Dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dapat diperiksa berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, termasuk ketentuan Pasal 55, sepanjang hasil penyelidikan dan penyidikan menemukan unsur penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi Pemerintah.

Distribusi BBM tertentu juga diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 sebagaimana telah mengalami perubahan.

Namun BIN808.COM menegaskan bahwa transaksi menggunakan barcode resmi dan pengisian sebesar 80,88 liter tidak otomatis merupakan tindak pidana.

Demikian pula keberadaan 10 plat nomor belum otomatis membuktikan adanya kejahatan.

Semua harus dibuktikan melalui pemeriksaan resmi.

KESIMPULAN SEMENTARA

Berdasarkan hasil pemantauan dan klarifikasi pihak SPBU, terdapat fakta yang dapat dicatat:

1. Pengisian Solar subsidi benar terjadi.

2. Volume pengisian tercatat 80,88 liter.

3. Kendaraan yang terpantau menggunakan Nopol D 9206 VD.

4. Nopol yang tercatat dalam transaksi SPBU juga D 9206 VD.

5. Barcode yang digunakan menurut SPBU merupakan barcode resmi.

6. Profil kendaraan menurut SPBU sesuai dengan data pada EDC.

7. Kuota kendaraan menurut SPBU masih mencukupi.

8. SPBU mengaku tidak mengetahui adanya puluhan galon karena kendaraan tertutup terpal.

9. SPBU menyatakan pengisian BBM ke galon tidak diperbolehkan.

10. SPBU menyatakan tidak mengetahui keberadaan 10 plat nomor berbeda.

11. Sistem SPBU disebut tidak memiliki deteksi otomatis terhadap pergantian nomor kendaraan.

12. Pihak SPBU menyatakan siap memberikan data sesuai prosedur apabila diperlukan.

Dengan demikian, fokus persoalan kini bukan lagi perbedaan antara Nopol D 9206 VD dan data SPBU, karena keduanya dinyatakan sama.

Fokus berikutnya adalah:

APA FUNGSI 10 PLAT NOMOR BERBEDA YANG DITEMUKAN DI DALAM KENDARAAN D 9206 VD?

APAKAH ADA HUBUNGANNYA DENGAN TRANSAKSI BBM SUBSIDI?

DAN APA HASIL PEMERIKSAAN POLRES GARUT TERHADAP TEMUAN TERSEBUT?

Itulah yang perlu dijawab berdasarkan data dan bukti.

CATATAN REDAKSI

BIN808.COM memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak SPBU, pengemudi/pemilik kendaraan D 9206 VD, pemilik 10 plat nomor yang ditemukan, maupun pihak lain yang berkaitan.

Pemberitaan ini tidak menyatakan pihak tertentu telah melakukan tindak pidana. Seluruh dugaan masih harus diverifikasi melalui proses hukum yang berlaku dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

 

RELATED POSTS
FOLLOW US

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *